Make your own free website on Tripod.com
My Personal Site
Puisi
Home | 'BoUt ME | mY BiG FaMilY | Ibu | My FRiEnD | Puisi | RiNdu Illahi | Manajemen Qolbu | Wanita | Cinta

Ini syair yg aku dapat dr browsing

JIWAKU MEMANGGILKU

Jiwaku berkata padaku dan menasehatiku agar mencintai semua orang yang membenciku, berteman dengan mereka yang memfitnahku, bersabar thd orang yang menceritakan kesalahanku/aibku ke orang lain bukannya langsung menasehatiku.

Jiwaku berkata padaku dan mengungkapkan kepadaku bahwa cinta sejati itu tidak harus memiliki, cinta itu tidak hanya menghargai orang yang mencintai, tetapi juga orang yang dicintai.

Sejak itu bagiku cinta ibarat jaring laba-laba diantara dua bunga, dekat satu sama lain; menjadi lingkaran cahaya tanpa awal dan tanpa akhir, melingkari apa yang telah lahir dan memupuk selamanya untuk merengkuh yang akan hadir.

Jiwaku menasehatiku dan mengajariku agar melihat kecantikan yang adadibalik bentuk dan warna.

Jiwaku memintaku untuk menatap semua yang buruk dengan tabah sampai nampaklah keelokannya.

Jiwaku menasehatiku dan menegurku agar menghargai waktu dengan mengatakan "ada hari kemarin dan ada hari esok".

Demi masa sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi... Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh...Dan saling nasehat-menasehati dalam kebenaran...Dan nasehat menasehati dalam kesabaran.

Jiwaku menasehatiku dan memintaku...Agar tidak merasa mulia karena pujian

Dan agar tidak disusahkan oleh ketakutan karena cacian..Sampai hari ini aku ragu akan harga pekerjaanku;

Tapi sekarang aku belajar:

Bahwa pohon berbunga di musim semi, dan berbuah di musim panas dan menggugurkan daun-daunnya di musim gugur untuk menjadi benar-benar telanjang di musim dingin? Tanpa merasa mulia dan tanpa ketakutan atau malu.

Jiwaku menasehatiku dan meyakinkanku..Bahwa aku tak lebih tinggi ketimbang cebol ataupun tak lebih rendah dari Raksasa.

Sebelumnya aku melihat manusia ada dua:

Satu: Seorang yang lemah yang kucaci dan kukasihani

Dua : Seorang yang buta yang kuikuti, maupun yang kulawan dengan pemberontakan.

Tapi sekarang aku tahu bahwa aku bahkan dibentuk oleh tanah yang sama dari mana semua manusia diciptakan.

Jiwaku menasehatiku dan mengingatkanku:

Bahwa aku adalah debu dimata Allah SWT

Bahwa aku adalah lemah dimataNYA

Bahwa aku miskin dibanding kerajaanNYA

Tiada aku boleh merasa besar kecuali olehNYA

Kesombongan itu hanya milikNYA

Dan semua yang berlangsung adalah kehendakNYA

Tapi pernahkan kita sungguh-sungguh memikirkannya?

Jiwaku menasehatiku, Saudaraku, dan menerangiku.

Dan seringkali jiwamu menasehati dan menerangimu.

Karena engkau sama seperti diriku, dan tiada beda diantara kita

Kujaga apa yang kukatakan dalam diriku ini dalam kata-kata yang kudengar...Dalam heningku.

Dan Engkau Sahabatku, jagalah apa yang ada dalam dirimu, dan engkau adalah penjaga yang sama baiknya seperti banyak kukatakan ini.

Wahai Sahabatku semoga sisa hidupmu menjadi hidup yang penuh arti dan bermanfaat? dan pintu hatimu terbuka untuk menerima cahayaNYA.

Tuhanku,

Aku berdoa untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.
Wajah ganteng dan daya tarik fisik tidaklah penting.
Yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau
dan memiliki keinginan untuk menjadi seperti Engkau (menauladani sifat-sifat Agung Mu).
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.
Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas.
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.
Seorang pria yang tidak hanya memujaku
tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu & situasi.
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika berada disebelahnya.
aku tidak meminta seorang yang sempurna, Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimataMU.
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta:
Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat ,pria itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU,
sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU,
bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikanlah SifatMU yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMU bukan dari luar diriku.
Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya
dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat,
sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu,
aku berharap kami berdua dapat mengatakaan
"Betapa besarnya Tuhan itu karena Dia telah memberikan kepadaku
seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna".
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu
pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kautentukan.

 

Untukmu Ukhti

Pernikahan atau Perkawinan, membuka tabir rahasia......
Proses pencapaiannya memakan satu perjalanan panjang..
Kadang, untuk menuju ke sana, Tuhan Yang Maha Bijaksana pun justru memberi kesusahan untuk menguji kita..
Tak jarang Ia melukai hati, hingga hikmahnya tertanam dalam..
Tak perlu kita pertanyakan, "apa maksud Tuhan ?"
Karena andai kita berbesar hati dan mau mencerna,
Tuhan punya alasan tersendiri yang memang sukar dimengerti...

Yang pasti..
jika kita kehilangan cinta, kita harus tetap percaya
bahwasanya, ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik..

Menunggu....! itu satu pilihan..!
Toh, walaupun suami yang kau tunggu tentunya tidaklah semulia Muhammad...
Tidaklah setakwa Ibrahim....
Pun tidaklah setabah Ayub...
Atau segagah Musa...
Apalagi setampan Yusuf..
Tapi....
setidak-tidaknya, suamimu adalah pria akhir zaman..
Yang bercita-cita membangun keturunan yang sholeh...

Mengapa menunggu..?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa...
Karena walaupun kita ingin cepat, kita tidak ingin sembarangan....
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita inginkan, kita tidak ingin kehilangan jati diri dalam proses pencarian itu....

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu...
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu...
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu....

Tentunya...
tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, orang yang kita inginkan, orang yang dicintai dan mencintai, ketimbang memaksa dan memuaskan diri dengan apa yang ada......
karena...hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah..

Berani bertindak gegabah, layaknya berani menerima resiko....
Bunga mawar tak mekar dalam semalam, namun bisa layu dalam sedetik...
Kota Palestina tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap..
Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat, namun bisa saja musnah, juga dalam sesaat....!

Pernikahan atau Perkawinan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan...
Itulah yang kelak mengajarkan kita kewajiban bersama...
Suami menjadi pelindung, istri penghuninya....
Suami adalah nahkoda kapal, istri navigatornya
Suami bagai balita yang nakal, istri penuntun kenakalannya...
Saat suami menjadi raja, istri menikmati anggur singgasananya..
Seandainya suami supir yang lancang, sabarlah memperingatkannya...

Akan halnya...
Haruskah terus menunggu..?
Jawabannya ada pada diri kita...
Pastinya, menunggu mempunyai suatu tujuan yang mulia dan misterius...
Menguji kadar iman dan takwa....
belajar meniti sabar dan Ridha....
Seribu kali gagal, seribu satu kali mengulangi....

Toh, tak perlu mendambakan yang benar-benar bersahaja....
Karena memiliki suami yang tak cela,
justru kamu kan tersentak dari alpa...
Kamu bukanlah Khadijah....
yang begitu sempurna dalam menjaga...
Pun bukanlah Hajar...
yang begitu setia dalam sengsara....
Kamu hanyalah seorang wanita biasa,
yang terus berusaha menjadi Sholehah....

Pada akhirnya...
Cinta yang agung, terus bertambah selama kehidupan....
Banyak hal yang indah, memang memerlukan waktu yang tak singkat....
dan penantian yang tak pasti....
Akan tetapi....
Walaupun menunggu membutuhkan pengharapan...
Namun tetap menjanjikan satu hal yang tak dapat seorangpun bayangkan..

Mari kita kembalikan kepada-Nya...
Dia Yang Maha Pengatur, dengan segala keagungan-Nya menuntut kita untuk selalu bersabar dalam setiap penantian.....
Lagi-lagi untuk sebuah alasan....
Entah apa...!!!

Tuhan
Kau lahirkan aku, aku tak pernah kuminta
Dan aku tahu, sebelum aku Kau ciptakan
Berjuta tahun, tak berhingga lamanya.
Engkau terus-menerus mencipta berbagai ragam

Engkaupun pemusnah Maha perkasa
Apa yang Engkau ciptakan, penuh kasih sayang
Engkau hancur remukkan, Engkau musnahkan
Pasti tiada sangsi, keras dan kejam

Dan aku tahu, suatu saat tertentu
Engkau sendiri menetapkan waktu dan tempat
Akupun Kau lenyapkan kembali tentu dan pasti
Tak pernah akan kutahu alasan dan maksudnya

Dan seseudah aku kembali dalam ketiadaan
Engkau terus menerus dengan permainan-Mu
Berjuta-juta tahun lagi, abadi
Tenang menatap seolah aku tak pernah ada

Demikian engkau terus menerus bermain tak hentinya
Berbuat menghancurkan dan mencipta memusnahkan kembali
Terus-menerus memulai dan mengakhiri
Tak bosan-bosanya dalam kekekalan permainanMu

Tuhan
Dalam kekuasaanMu Engkau sungguh sewenang wenang
Menjalankan siasat dan muslihatMu
Yang hanya Kau sendiri tahu arah dan tujuannya
Aku hanya dapat berkhayal dan menduga-menduga
Untuk akhirnya hanya menyerah tiada bersyarat.

Pantaskah engkau memberikan hidup sesingkat ini
Dari berjuta tahun kemahakayaanMu
Setetes air dalam samudra tak bertepi
Alangkah kikirnya Engkau dengan kemahakayaanMu

Tetapi Tuhan
Kepadaku engkau anugrahkan nikmat
Tada ternilai seuntai mutiara hidupku
Terutama hayat jasat senantiasa gelisah
Terus bertunas berkembang dan berbuah

Kau lengkapi jasadku dengan seperangkat indera
Hingga terbuka bagiku serragam kekayaanMu
Dengan melihat mendengar dan meraba ciptaanMu
Serta lena menikmati rasa dan wangi karuniaMu

Engkau siapkan pula aku dengan mu'jizat
Hati perasa tulus dalam menerima segala
Riang gelak tertawa bila bersuka ria
Pilu sedih menangis bila malang merundung

Berkasih sayang dengan makhluk sesama
Kawan senasip terdampar di mayapada
Gigih berjuang sepenuh hati dalam berjuang
Merah marak bernyala dalam bercinta

Dan tuhanku
Dalam hatikulah Engkau Perkasa bersemayam
Bersyukur akan kekayaan kemungkinan
Terus menerus limpah ruah Engkau curahkan
Meski kuinsaf kekecilan dan kedaifan
Dibawah kemahakuasaan Mu dalam kemahaluasanMu kerajaanMu

Kau lenkapi juga aku dengan kecerdasan akal
Yang memungkinkan aku berfikir dan memahami
Kebesaran dan kesrbaragaman ciptaanmuMu
Seluk beluk rahasia permainkan Engkau mainkan

Dengan tenaga imajinasi Engkau limpahkan
Aku dapat mengikuti dan meniru permainanMu
Girang berkhayal mencipta berbagai ragam
Terpesona sendiri menikmati keindahan ciptaanku

Benarlah kau trunkan aku seperti dirimu
Gelisah tak jemu-jemu berbuat dan berkarya.
Terus tumbuh dan bertunas dan berkembang meluaskan diri
Hendak menyamaiMu dalam keaktifan dan kekreatifan

Tetapi diatas dan diatas segala atas
Kau beri aku mu'jizat atas segala mu'jizat
Kebebasan mengamati, menilai dan memutuskan
Dengan iktikat tanggung jawab dan dambaan sendiri

Memberi arti dan martabat kepada sececah hidup
Dalam kemurahan hatiMu aku kau rahmati
Sehingga dapatlah aku mengerti alam sekitar
Dan seperti Engkau berbuat dan mencipta mengubah segala
Sehingga sanggup pula berkarya mencipta karena diKau

Dalam kebebasan kesegala arah Engkau curahkan
Aku dapat kemasukan keangkaraan keserakahan
Dan dengan buta nekat menolak pemberianMu
Karena kuanggap terlampau kecil dan tak berarti
Tak sepadan kemahabesaran dan kemahakayaanMu

Seletus bedil setusuk keris setetes racun
Telah cukup bagiku untuk lenyap kembali
Kedalam ketiadaan tempatku bermula berasal
Sehingga dapatlah Engkau tuhan Maha perkasa
Meneruskan permainanMu tanpa kusertai

Tapi betulkah hanya ini kemungkinan
Yang dapat kupilih dan kulakukan
Dengan kepekaan hati dan kecerdasan akalku
Serta kelincahan angan mengkhayal dan mencipta?

Tidak-tidak yaa Allah ya Rabbi
Dalam nikmat rahmat dan kebebasan
Yang dengan murah hati Engkau curahkan
Dapatlah dengan tulus aku bertanggung jawab
Menilai dan memutuskan sendiri martabat dambaanku
Sebaliknya dari angkara murka mengingkariMu
Akupun dapat dengan tegas tak ragu-ragu
Girang dan gembira menjunjung anugrahMu
Memanfaatkan segala kesempatan selama hidupku
Meski bagaiman sekalipun singkatnya Kau tentukan

Olehnya terbukalah bagiku kesepurnaan cahayaMu
Cahaya dari segala cahaya
Melingkupi segala cahaya di bumi dan langit
Memnuhi segala yang tercipta dan berwujud

Maka dapatlah aku menyaksikan dan memahami
Malahan mengagumi dan menikmati keragaman ciptaanMu
Permainan dasyat dan penuh rahasia
Yang engkau mainkan terus menerus, abadi
Dalam kekudusan dan keagungan sinar cahayaMu

Ah tuhan
Alam kepenuhan terliputi kecerahan sinar cahayamu
Menyerah kepada kebesaran dan kemuliaan kasihMu
Aku akan memakai kesanggupan dan kemungkinan
Sebanyak dan seluas itu Kau limpahkan kepadaku
Jauh mengatasi makhluk lain kau ciptakan

Sebagai khalifah yang penuh menerima sinar cahayamu
Alam kemahaluasan KerajaanMu tak ada pilihan
Dari bersyukur bahagia bekerja mencipta
Dengan kecerahan kesadaran dan kepenuhan jiwa
Tidak tanggung tidak alang kepalang

Aku akan tegas dan bulat iktikad
Positif mantap selalu gairah membangun
Gembira dalam setiap melangkah dan bertindak
Meskipun jatuh terhempas dalam usaha dan damba

Aku akan ikut serta dalam kedaswyatan permainanmu
Senantiasa dengan kecerahan optimisme mengejar cita
Bersolidaritas dengan segala sesama makhluk
Mendambakan kerukunan dan kesejahteraan hidup bersama.

Ya Allah yaa Rabbi
Sekelumit hidup yang Engkau hadiahkan
Dalam kebesaran dan kedalaman kasihMu
Akan kukembangkan semerah semekar-mekarnya
Sampai saat terakhir nafasku Kau relakan

Ketika Kau memanggilkku kembali kehadirat Mu
Kedalam kegaiban rahasia Keabadian Mu
Dimana aku menyerah tulus sepenuh hati
Kepada keagungan kekuasaan Mu cahaya segala cahaya.